12/09/2007

Live From Baghdad, Veronica Guerin

It was 1990, dan perang teluk baru mencapai tahap 'prelude'. Produser berita CNN, Robert Wiener sama beberapa reporter dan kru produksi laen pergi ke Baghdad untuk ngeliput berita, membahayakan nyawa mereka sendiri.

Wiener, sama kru yang dibawanya tetep stay di Baghdad walopun kru stasiun TV lain mulai pada pergi setelah tahu Baghdad jadi targetnya Amerika. CNN jadi stasiun TV yang ratingnya paling bagus karena bisa nayangin langsung keadaan perang di Baghdad. Bayangin gimana seremnya harus ngeliput ditengah suara bom, atau senapan.

Bersetting sama-sama di tahun 90-an, Veronica Guerin juga ceritanya tentang wartawan. Guerin berani nyelidikin plus mengekspos pengedar obat bius di Irlandia. Bahkan melebihi kerjaannya polisi. Guerin stick to her commitment untuk membeberkan fakta tentang obat bius di negaranya walopun dia dan keluarganya diteror.

Dua film ini bagus. Apalagi dia based on true story. Tonton deh film ini.




Quickie Express

Film ini amat ngingetin gw sama film Deuce Bigalow. Walopun, in many ways, amat sangat beda. At least, dua-duanya sama banyak slapstick nya.

Jojo, yang gonta-ganti kerjaan mulai dari tukang pel supermarket sampe tukang tambal ban, ditawarin kerja yang katanya kerjaan terbaik yang bisa Jojo dapetin sama Mudakir. Begitu tahu kerjaannya itu gigolo, awalnya Jojo nolak. Tapi, karena kerjaan lain yang ada cuma jadi agen MLM, jadilah Jojo gabung di Quickie Express, bareng sama Marley dan Piktor.

Kalo dibandingin sama waktu nonton Get Married, ketawa yang gw keluarin lebih kenceng di film ini. Tapi, sebenernya sih dari segi cerita, Get Married lebih smart daripada Quickie Express.

Well, terlepas dari ceritanya yang so so, sinematografinya keren. Suasana tujupuluhannya amat kerasa walopun detailnya banyak yang miss.
Pokoknya, coba tonton aja deh film ini. Aming lucu banget disini.



Travelers’ Tale – Belok Kanan : Barcelona

Novel yang ditulis keroyokan sama Ninit Yunita (Test Pack, Kok Putusin Gue), Adhitya Mulya (Jomblo, Kejar Jakarta), Iman Hidajat, sama Alaya Setya ini ceritanya tentang empat orang yang sahabat dari SD, Francis, Farah, Ucup, sama Retno.

Francis sebenernya suka sama Retno. Tapi, karena beda agama, dia ditolak. Sampe dua kali lagi. Nah, Ternyata, Farah diem-diem suka sama Francis. Untuk numpahin unek-unek patah hati-nya, Farah selalu curhat sama Ucup. Padahal, Ucup sebenernya suka sama Farah. Complicated or what?

Setelah gede, mereka kerja dan tinggal di negara yang beda-beda. Farah di Vietnam, Retno di Kopenhagen, Ucup di seputaran Afrika (yang kalo nggak lagi perang, kena embargo PBB, ato dua-duanya), sementara Francis muter-muter sambil tur konser piano.

Satu hari, e-mailnya Francis bikin semuanya kaget. Dia mau nikah di Barcelona! Farah, mutusin buat pergi ke Barcelona walopun dia harus nguras abis tabungannya dia. Tujuannya satu, nyoba ngebatalin pernikahannya Francis. Ucup yang tahu Farah pergi, akhirnya mutusin buat pergi juga. Retno, juga pergi. Apalagi karena dia sepertinya suka juga sama Francis.

Cerita perjalanannya mereka lucu banget. Gw suka banget ceritanya Ucup yang ditangkep sama polisi Spanyol gara-gara disangka teroris karena paspornya dia Indonesia, punya banyak visa negara-negara Afrika yang lagi konflik, dan, above all, namanya dia Jusuf Hasanuddin. Duh, jadi pengen jalan-jalan deh.

Seru banget baca buku ini. Seperti baca traveler’s guide sekaligus baca novel cinta-cintaan, tapi nggak basi. Fresh, dan seperti kata pak Wimar Witoelar yang nulis kata pengantar buat novel ini, “asyik, baca deh novel ini!”